FEBI Kembangkan Modul Islamic Entrepreneurship

Kamis (7/11) bertempat di ruang dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Kampus UIN Telanai, FEBI UIN STS Jambi mengadakan Focus Grup Discussion (FGD) Pengembangan Modul Islamic Entrepreneurship dalam rangka menjawab tantangan era revolusi industri 4.0.

Kegiatan yang dibuka oleh ketua prodi Akuntansi Syariah Mellya Embun Baining, M.EI ini tidak hanya di hadiri oleh Dosen Entrepreneurship Program Studi Akuntansi syariah tetapi juga Seluruh Ketua Program studi dan Sekretaris Program studi Manajemen Keuangan Syariah (MKS), Ekonomi Syariah (ESY), Perbankan Syariah (PBS) serta Perwakilan dosen Entrepreneurship dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam serta Fakultas lain yang menjadi tamu undangan serta perwakilan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam agar terdapat satu pemahaman yang sama dalam membangun sebuah sistem pembelajaran yang baik, hal ini dikarenakan membangun komunikasi baik antara Dekan, Wakil Dekan, Ketua Program Studi, Sekretaris Program Studi, Dosen serta Mahasiswa akan membuahkan kata sepakat dalam membentuk pembelajaran yang edukatif dan kreatif sehingga apa yang disampaikan oleh dosen dikelas dapat difahami dengan baik oleh mahasiswa. Modul merupakan media pembelajaran yang berisi materi, metode, batasan-batasan dan cara mengevaluasi yang disajikan secara adaftif, inovatif, sistematis dan menarik untuk mencapai tingkatan kompetensi yang diharapkan sesuai dengan tingkat kompleksitasnya. Dikatakan adaftif karena dapat melakukan penyesuaian dengan cepat dan fleksibel terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan dapat meningkatkan kompetensi sumber daya manusia.

Dalam sambutannya, Wakil Dekan II Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Novi Mubyarto, M.E sangat mengapresiasi atas keberadaan serta keberlanjutan dari penyusunan dan pengembangan modul ini dalam rangka membangun kualitas menulis serta kualitas pembelajaran dikelas. Dengan hadirnya modul ini diharapkan setiap dosen yang memberikan matakuliah mendapatkan satu tujuan yang sama dalam mengimplementasikan pembelajaran yang telah dirancang melalui Rencana Pembelajaran Semester (RPS), sehingga setiap dosen tidak kesulitan untuk mencari dan menyusun materi dalam memulai aktivitas pembelajaran  karena telah ada dalam satu paket pembelajaran yang secara lengkap terdapat dari modul tersebut.

Selain itu penulis Modul Lidya Anggraeni, ME menyampaikan harapannya agar modul ini dapat dikembangkan lebih lanjut baik dalam tingkat Fakultas maupun dalam tingkat Universitas sebagai bentuk implementasi dari pengembangan kerangka kurikulum kualifikasi nasional (KKNI) yang memiliki tujuan untuk menciptakan lulusan yang unggul dan siap menghadapi dunia kerja yang penuh persaingan. Penetapan jenjang kualifikasi KKNI dapat dijadikan rujukan dalam merencanakan sistem pembelajaran perguruan tinggi di Indonesia dengan memetakan kondisi ketenagakerjaan di Indonesia dengan mengkaitkan kemampuan lulusan sesuai dengan kebutuhan dan kesetaraan jenjang karir di dunia kerja. Kurikulum yang dihasilkan dalam pembelajaran diperlukan orientasi dan kesesuaian mengingat era revolusi industri 4.0 tidak hanya cukup dengan literasi lama melalui membaca, menulis, dan pengetahuan dasar yang digunakan sebagai modal untuk terjun kedalam dunia kerja yang dipenuhi dengan kompetisi sehingga diperlukan variasi dalam menyiapkan pembelajaran agar membentuk kompetensi dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas sehingga para lulusan perguruan tinggi mampu menciptakan lapangan pekerjaan dan mampu bersaing di pasar tenaga kerja.

Sebagai penutup disampaikan bahwa tujuan FGD pengembangan modul islamic entrepreneurship dalam rangka menjawab tantangan era revolusi industri 4.0 yang didasarkan pada Kurikulum bertujuan untuk menghasilkan modul yang up to date, tepat sasaran dan berkualitas yang didasarkan pada kurikulum sesuai dengan standar kompetensi yang telah ditetapkan oleh program studi, fakultas dan universitas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *