Prof. Dr. Irwandi Jaswir Bahas Peluang, Tantangan, dan Inovasi Industri Halal Global di ICoIEB 2026
Jambi, 1 Oktober 2026 – Rangkaian kegiatan The 2nd International Conference on Islamic Economics and Business (ICoIEB) 2026 yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi menghadirkan Prof. Dr. Irwandi Jaswir sebagai salah satu pemateri utama. Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Aston Jambi, Kamis (1/10/2026).
Prof. Dr. Irwandi Jaswir merupakan Professor and Former Director International Institute for Halal Research and Training (INHART), International Islamic University Malaysia (IIUM). Dalam pemaparannya, ia mengangkat tema “Global Halal Industry: Opportunity, Challenges and Importance of Innovation”, yang membahas perkembangan industri halal global, peluang yang tersedia, berbagai tantangan, serta pentingnya inovasi dalam memperkuat ekosistem halal.

Dalam paparannya, Prof. Irwandi menjelaskan bahwa industri halal memiliki cakupan yang luas dan tidak terbatas pada sektor makanan dan minuman. Ekosistem industri halal juga mencakup bahan baku, kosmetik dan personal care, produk farmasi dan kesehatan, layanan logistik, pariwisata, hingga modest fashion.
Menurutnya, konsep halal juga berkaitan dengan kualitas kehidupan dan tidak semata-mata ditujukan kepada konsumen Muslim. Konsep halal dan toyyib memiliki keterkaitan dengan aspek kualitas, keamanan, kebersihan, serta proses produksi yang memenuhi persyaratan tertentu.
Lebih lanjut, Prof. Irwandi menyoroti tiga persoalan utama dalam produk halal, yaitu bahan baku (raw materials), proses pengolahan (processing), dan autentikasi (authentication). Ketiga aspek tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan integritas dan jaminan halal suatu produk.
Pada aspek bahan dan proses produksi, berbagai titik kritis halal dapat ditemukan mulai dari sumber bahan hewani maupun nabati, proses penyembelihan, penggunaan bahan tambahan, enzim, gelatin, emulsifier, hingga potensi kontaminasi silang dalam proses pengolahan, pengemasan, penyimpanan, dan transportasi.
Prof. Irwandi juga menekankan pentingnya pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam proses autentikasi halal. Sejumlah teknologi yang dipaparkan antara lain Fourier Transform Infrared (FTIR) spectroscopy, Electronic Nose, Differential Scanning Calorimetry (DSC), teknik biologi molekuler seperti DNA dan ELISA, serta teknologi kromatografi. Teknologi tersebut dapat digunakan dalam penelitian dan pengujian untuk mengidentifikasi bahan atau komponen yang menjadi perhatian dalam proses jaminan halal.
Dalam konteks perkembangan riset halal, ia turut menunjukkan pentingnya inovasi dalam menghadapi kebutuhan industri. Salah satu contoh yang dipaparkan adalah penelitian mengenai identifikasi DNA babi pada gelatin dan produk pangan yang mengandung gelatin. Materi tersebut menunjukkan bagaimana pendekatan ilmiah dan teknologi dapat mendukung proses autentikasi produk halal.
Selain itu, Prof. Irwandi memaparkan perkembangan tren penelitian autentikasi halal yang mengarah pada pemanfaatan data science, perangkat rapid test, serta autentikasi produk melalui platform digital. Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa transformasi teknologi menjadi salah satu aspek penting dalam penguatan sistem jaminan halal di masa mendatang.
Paparan tersebut juga memperlihatkan bahwa pengembangan industri halal membutuhkan kolaborasi antara akademisi, peneliti, pemerintah, industri, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Penguatan riset dan inovasi dinilai menjadi bagian penting untuk menjawab kebutuhan autentikasi, standardisasi, serta pengembangan produk halal yang semakin kompleks.
Melalui pemaparan Prof. Dr. Irwandi Jaswir, peserta ICoIEB 2026 mendapatkan wawasan mengenai luasnya peluang industri halal sekaligus tantangan yang perlu dihadapi dalam membangun ekosistem halal yang berkelanjutan. Materi tersebut juga memperkuat perspektif bahwa pengembangan industri halal tidak hanya berkaitan dengan sertifikasi, tetapi membutuhkan dukungan ilmu pengetahuan, teknologi, riset, dan inovasi.
Kehadiran Prof. Dr. Irwandi Jaswir dalam ICoIEB 2026 diharapkan dapat memperkaya wawasan akademik peserta sekaligus membuka ruang diskusi dan kolaborasi dalam pengembangan ekonomi dan industri halal, baik di tingkat nasional maupun global.

Bagikan: