
Jambi – Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Dr. Rafidah, S.E., M.EI, yang juga menjabat sebagai Ketua Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) DPW Jambi, menghadiri Forum Penyelarasan Arah Kebijakan dan Implementasi Percepatan Ekonomi Syariah Nasional dan Daerah yang diselenggarakan pada Kamis (25/6/2026) di Aula Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Jambi.
Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, akademisi, praktisi, serta berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung percepatan pengembangan ekonomi syariah di Indonesia, khususnya di Provinsi Jambi.
Forum tersebut menjadi wadah strategis untuk menyelaraskan arah kebijakan dan implementasi program pengembangan ekonomi syariah antara tingkat nasional dan daerah. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan pemahaman serta menyamakan persepsi seluruh pemangku kepentingan terkait langkah-langkah konkret dalam mendorong pertumbuhan ekonomi syariah yang berkelanjutan.
Sebagaimana diketahui, Provinsi Jambi telah membentuk Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) serta menyusun Rencana Aksi Daerah (RAD) Pengembangan Ekonomi Syariah. Oleh karena itu, dukungan aktif dari seluruh pihak, termasuk perguruan tinggi, menjadi faktor penting dalam memastikan implementasi berbagai program ekonomi syariah dapat berjalan secara efektif dan terintegrasi.
Dalam forum tersebut, para peserta mendiskusikan sejumlah agenda penting, di antaranya penyelarasan kebijakan pengembangan ekonomi syariah pusat dan daerah, identifikasi potensi ekonomi syariah di Provinsi Jambi, pembahasan hasil pengisian Rencana Aksi Daerah (RAD) oleh OPD dan non-OPD, serta strategi penguatan implementasi program ekonomi syariah yang lebih berdampak bagi masyarakat.
Sebagai Dekan FEBI sekaligus Ketua IAEI DPW Jambi, Dr. Rafidah, S.E., M.EI menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendukung pengembangan ekonomi syariah melalui pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
“Pengembangan ekonomi syariah membutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah, dunia akademik, industri, dan masyarakat. FEBI UIN STS Jambi siap berkontribusi melalui penguatan literasi ekonomi syariah, pengembangan sumber daya manusia, riset, serta berbagai program pemberdayaan ekonomi umat yang selaras dengan arah kebijakan nasional dan daerah,” ujarnya.
Beliau juga menegaskan bahwa keberadaan FEBI sebagai fakultas yang fokus pada pengembangan ekonomi dan bisnis Islam harus mampu menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mendukung implementasi program-program KDEKS dan percepatan ekonomi syariah di Provinsi Jambi.
Keikutsertaan FEBI dalam forum ini menjadi wujud komitmen fakultas dalam mendukung agenda pembangunan ekonomi syariah yang inklusif, berkelanjutan, dan berdampak bagi masyarakat. Melalui kolaborasi yang semakin kuat antara akademisi, pemerintah, dan pelaku industri, diharapkan Provinsi Jambi dapat menjadi salah satu daerah yang mampu mengoptimalkan potensi ekonomi syariah sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi
daerah.






