Dekan FEBI UIN STS Jambi Hadiri Rakernas AFEBIS, Prof. Anggito Abimanyu Paparkan Tantangan dan Peluang Ekonomi Syariah

Yogyakarta – Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (AFEBIS) Tahun 2026 menjadi forum strategis bagi para pimpinan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam se-Indonesia untuk membahas berbagai isu aktual dan arah pengembangan ekonomi syariah nasional. Salah satu sesi yang mendapat perhatian besar peserta adalah pemaparan dari Prof. Anggito Abimanyu, Ph.D., M.Sc., Guru Besar Ekonomi Syariah Universitas Gadjah Mada sekaligus Wakil Menteri Keuangan dan Ketua LPS RI.

Dalam paparannya, Prof. Anggito mengangkat berbagai tantangan dan peluang pengembangan ekonomi syariah Indonesia di tengah besarnya potensi yang dimiliki bangsa. Ia menyoroti fakta bahwa Indonesia merupakan negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, dengan lebih dari 277 juta penduduk dan sekitar 85 persen beragama Islam. Namun demikian, pangsa keuangan syariah nasional masih relatif rendah dibandingkan potensi yang tersedia.

Menurutnya, pangsa keuangan syariah Indonesia saat ini masih berada pada kisaran 12 persen dari total sistem keuangan nasional. Kondisi tersebut menunjukkan masih terdapat ruang yang sangat besar untuk meningkatkan literasi, inklusi, serta pemanfaatan layanan keuangan syariah oleh masyarakat.

Selain itu, Prof. Anggito juga menyoroti kondisi industri perbankan syariah nasional yang masih menghadapi tantangan struktural. Meskipun perbankan memiliki peran penting dalam perekonomian nasional, pangsa aset perbankan syariah masih berada pada angka yang relatif rendah dibandingkan perbankan konvensional. Di sisi lain, konsentrasi aset perbankan syariah yang masih terpusat pada beberapa institusi besar menjadi tantangan tersendiri dalam menciptakan ekosistem yang lebih kuat dan berdaya saing.

Dalam forum tersebut, Prof. Anggito juga memaparkan keberhasilan transformasi layanan haji dan pengelolaan keuangan haji yang telah memberikan kontribusi signifikan terhadap pembangunan nasional. Melalui pengelolaan yang profesional dan berbasis prinsip syariah, dana haji telah menjadi salah satu instrumen strategis dalam mendukung pembangunan infrastruktur dan penguatan ekonomi umat.

Selain aspek keuangan, beliau menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi, khususnya Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), dalam mencetak sumber daya manusia ekonomi syariah yang unggul. Perguruan tinggi diharapkan menjadi pusat pengembangan riset, inovasi, dan penguatan literasi ekonomi syariah yang mampu menjawab kebutuhan industri dan tantangan global.

Dekan FEBI UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi sekaligus Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Nasional AFEBIS Periode 2026–2028, Dr. Rafidah, S.E., M.E.I., CCIB, menyampaikan bahwa paparan Prof. Anggito memberikan perspektif yang sangat penting bagi pengembangan FEBI di Indonesia.

“Pemaparan Prof. Anggito menunjukkan bahwa peluang ekonomi syariah Indonesia masih sangat besar. Oleh karena itu, FEBI harus mengambil peran yang lebih strategis dalam menyiapkan SDM unggul, memperkuat riset dan inovasi, serta meningkatkan kolaborasi dengan industri dan pemerintah untuk mendukung percepatan pengembangan ekonomi syariah nasional,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dr. Rafidah menegaskan bahwa hasil Rakernas AFEBIS akan menjadi dasar bagi penguatan program kerja organisasi dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan ekonomi dan bisnis Islam, percepatan akreditasi unggul, peningkatan jumlah guru besar, internasionalisasi program studi, serta pengembangan riset yang berdampak bagi masyarakat.

Melalui Rakernas AFEBIS 2026, para pimpinan FEBI se-Indonesia berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam membangun ekosistem pendidikan ekonomi syariah yang unggul, inovatif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan ekonomi Indonesia di masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bantuan terkait lift:
0821-7697-5982

Humas UIN STS Jambi:
0811-7467-899