
Jambi, 18 Desember 2025 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Jambi mengikuti kegiatan Ekspose Indikator Kinerja Utama (IKU) FEBI Tahun 2025 yang dilaksanakan pada Kamis, 18 Desember 2025, bertempat di Ruang Amphitheater Lantai 4 Gedung Rektorat UIN STS Jambi. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Evaluasi Capaian Kinerja UIN STS Jambi Tahun 2025 yang melibatkan seluruh fakultas dan unit kerja di lingkungan UIN STS Jambi.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Rektor UIN STS Jambi, Prof. Dr. H. Kasful Anwar, M.Pd, yang dalam arahannya menekankan pentingnya Indikator Kinerja Utama (IKU) sebagai instrumen strategis dalam mengukur kinerja lembaga, meningkatkan akuntabilitas, serta memastikan ketercapaian visi dan misi perguruan tinggi berbasis mutu dan daya saing.
Dalam sesi pemaparan, Dekan FEBI UIN STS Jambi, Dr. Rafidah, S.E., M.EI, menyampaikan capaian kinerja FEBI sepanjang tahun 2025 yang menunjukkan hasil sangat positif. Dekan FEBI memaparkan bahwa dari lima program studi di lingkungan FEBI, capaian akreditasi menunjukkan tren peningkatan yang signifikan, yaitu:
- Program Studi Perbankan Syariah terakreditasi Unggul
- Program Studi Akuntansi Syariah terakreditasi Unggul
- Program Studi Manajemen Keuangan Syariah terakreditasi Unggul
- Program Studi Ekonomi Syariah terakreditasi Baik Sekali
- Program Studi Pariwisata Syariah sebagai program studi baru
Secara persentase, capaian tersebut menunjukkan bahwa 60% program studi FEBI telah terakreditasi Unggul, 80% program studi telah terakreditasi, dan 20% merupakan program studi baru. Selain itu, FEBI juga mencatat serapan anggaran sebesar 99,9%, yang mencerminkan efektivitas dan efisiensi pengelolaan anggaran fakultas.
Lebih lanjut, Dr. Rafidah menjelaskan bahwa total capaian IKU FEBI Tahun 2025 mencapai 122,57%, dengan rincian 27 poin IKU berada di atas 100%, dan 14 poin IKU masih berada di bawah target. Beberapa IKU yang belum tercapai diidentifikasi bukan merupakan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) FEBI, melainkan menjadi kewenangan lembaga lain di tingkat universitas, sehingga memerlukan penyesuaian dan koordinasi lintas unit.
Adapun faktor penghambat pencapaian sebagian IKU FEBI antara lain masih terbatasnya sosialisasi layanan bagi difabel, belum tersedianya program beasiswa maupun double degree bagi alumni, serta keterbatasan anggaran sertifikasi kompetensi bagi dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa.
Menutup pemaparannya, Dekan FEBI menegaskan komitmen fakultas untuk terus melakukan perbaikan berkelanjutan, memperkuat sinergi dengan unit terkait, serta menjadikan IKU sebagai dasar dalam perencanaan strategis FEBI ke depan. Hal ini sejalan dengan upaya FEBI UIN STS Jambi dalam mewujudkan tata kelola fakultas yang unggul, adaptif, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.









