
Jambi, 12 November 2025 — Gubernur Jambi yang diwakili Staf Ahli Bidang Pembangunan dan Ekonomi, Muktamar Hamdi, M.M., menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan konferensi ini dan secara resmi membuka 1st International Conference on Islamic Economics & Business (ICoIEB) 2025, sebuah konferensi internasional yang menjadi puncak kegiatan Cetar 10 FEBI. Acara bergengsi ini mengusung tema besar:
“Green Tech & Digital Entrepreneurship: Synergy & Digital Innovation Towards Sustainable Development.”
Konferensi yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Jambi ini menghadirkan para akademisi, peneliti, praktisi, dan mahasiswa dari berbagai negara, yang bersama-sama membahas perkembangan mutakhir terkait teknologi hijau, kewirausahaan digital, serta ekonomi Islam berbasis keberlanjutan.
Rangkaian Agenda Internasional
Kegiatan ICoIEB 2025 menjadi wadah komprehensif dengan enam agenda besar berskala internasional, yaitu:
- International Conference (ICoIEB 2025)
- International Community Development
- International Student Mobility
- Kongres AFEBIS
- International Curriculum Review
- International Workshop on Vision & Mission
- Forum Wakil Dekan
Seluruh agenda tersebut dirancang untuk memperkuat jejaring global FEBI dan mendorong kolaborasi lintas negara dalam kajian-kajian strategis di bidang ekonomi, teknologi, dan pemberdayaan masyarakat.
Sambutan Dekan FEBI
Dalam sambutannya, Dr. Rafidah, SE., M.EI., Dekan FEBI UIN STS Jambi, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas terselenggaranya konferensi internasional pertama yang digagas FEBI.
Beliau menegaskan bahwa konferensi ini merupakan tonggak penting dalam perjalanan internasionalisasi FEBI, serta menjadi bukti komitmen fakultas dalam menghadirkan ruang inovasi, penelitian, dan kolaborasi global yang berorientasi keberlanjutan.
“ICoIEB 2025 adalah momentum besar yang tidak hanya mempertemukan para ilmuwan dan praktisi, tetapi juga menjadi simbol dedikasi FEBI dalam mendorong sinergi antara green technology, digital entrepreneurship, dan ekonomi Islam. Kami ingin FEBI menjadi pusat rujukan akademik yang berdaya saing internasional,” ujar Dr. Rafidah.
Beliau juga menyampaikan rasa bangga atas partisipasi aktif mahasiswa, dosen, dan para tamu internasional yang hadir, serta berharap kegiatan ini menjadi langkah berkelanjutan dalam memperkokoh peran FEBI dalam pembangunan ekonomi yang beretika dan berkelanjutan.










