INTERNATIONAL CONFERENCE : Sinergi Green Technology, Digital Entrepreneurship, dan Ekonomi Islam untuk Pembangunan Berkelanjutan

Jambi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin (UIN STS) Jambi kembali menorehkan catatan penting dalam sejarah akademiknya melalui penyelenggaraan Seminar Internasional (International Conference) yang menjadi bagian dari rangkaian besar CETAR 10 FEBI 2025.

Konferensi ini mengusung tema besar “Green Tech and Digital Entrepreneurship, and Islamic Economics: Synergy for Sustainable Economic Development”, yang bertujuan memperkuat sinergi antara teknologi hijau, kewirausahaan digital, dan ekonomi Islam dalam mendorong pembangunan ekonomi yang berkelanjutan, beretika, dan inklusif.

Daftar Pembicara

Kegiatan ilmiah bergengsi ini menghadirkan para narasumber dari berbagai negara, baik dari kawasan Asia Tenggara maupun Timur Tengah, serta akademisi terkemuka dari Indonesia.

Keynote Speakers :

  1. Prof. Dr. H. Kasful Anwar, M.Pd.I.
    (Rektor UIN STS Jambi)

    Dalam sambutannya, Prof. Kasful Anwar menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi Islam dalam memimpin perubahan menuju pembangunan yang berkelanjutan. Ia menyoroti bahwa sinergi antara inovasi digital dan nilai-nilai Islam dapat menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem ekonomi hijau yang berkeadilan dan ramah lingkungan.
  2. Dr. Rafidah, S.E., M.E.I.
    (Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, UIN STS Jambi)

    Dr. Rafidah menyampaikan bahwa konferensi ini bukan sekadar forum akademik, melainkan momentum strategis untuk memperkuat kolaborasi internasional. Beliau menegaskan komitmen FEBI UIN STS Jambi dalam menghadirkan riset dan inovasi yang relevan dengan tantangan global, terutama di bidang green technology dan digital entrepreneurship berbasis nilai-nilai keislaman.

Invited Speakers :

  1. Prof. Madya Dr. Nur Hayati Abd Rahman
    (Universiti Teknologi MARA, Malaysia)

    Dengan tema “Leveraging Digital Entrepreneurship for Greentech and Sustainable Development,” Prof. Nur Hayati membahas bagaimana digital entrepreneurship dapat menjadi motor penggerak bagi pengembangan teknologi hijau. Ia menekankan pentingnya inovasi yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi, tetapi juga memperhatikan keseimbangan lingkungan dan sosial. Perspektifnya membuka wawasan baru bagi mahasiswa dan akademisi tentang bagaimana model bisnis berkelanjutan dapat diimplementasikan di era transformasi digital.
  2. Dr. Narong Hassanee, S.E., M.Si.
    (Fatoni University, Thailand)

    Melalui pemaparannya yang berjudul “Green Tech and Digital Entrepreneurship: Sinergi dan Inovasi Digital Menuju Pembangunan Berkelanjutan,” Dr. Narong menggambarkan kolaborasi antara teknologi hijau dan kewirausahaan digital sebagai dua kekuatan besar yang mampu mendorong efisiensi ekonomi dan menjaga kelestarian lingkungan. Ia juga menyoroti pentingnya riset lintas negara dalam membangun platform inovasi yang berakar pada nilai-nilai Islam.
  3. Weni Hawariyuni, Ph.D.
    (Al-Buraimi University, Oman)

    Dalam presentasinya bertema “Green Technology and Digital Entrepreneurship: Pathways to Sustainable Growth in Oman and the GCC Countries,” Dr. Weni menjelaskan implementasi nyata strategi pertumbuhan berkelanjutan di kawasan Timur Tengah. Ia memaparkan bagaimana negara-negara GCC (Gulf Cooperation Council) mulai mengintegrasikan prinsip ekonomi hijau dalam kebijakan pembangunan nasional. Pengalamannya memperlihatkan bahwa kolaborasi global antara negara Muslim dapat mempercepat transformasi menuju ekonomi yang berkelanjutan.
  4. Prof. Dr. Tulus Suryanto, M.M., Akt., C.A.
    (Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung – Ketua AFEBIS Indonesia)

    Membawakan tema “Navigating Green Technology and Digital Entrepreneurship through the Lens of Islamic Economics and Accounting: Building a Sustainable and Resilient Future,” Prof. Tulus menyampaikan pendekatan yang memadukan prinsip ekonomi Islam dengan praktik kewirausahaan digital modern. Ia menegaskan bahwa penerapan konsep akuntansi syariah dapat memastikan keberlanjutan usaha sekaligus menjaga nilai-nilai keadilan dan transparansi dalam aktivitas ekonomi.
  5. Hendra Harmain, S.E., M.Pd.
    (UIN Sumatera Utara – Ketua IAEBI)

    Dengan topik “Mosque Financial Management Strategies to Improve Sustainable Community Welfare,” Hendra Harmain mengangkat isu penting tentang peran lembaga keagamaan, khususnya masjid, dalam pengelolaan keuangan umat. Ia menjelaskan bagaimana manajemen keuangan masjid yang baik dapat menjadi pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat, mendukung kesejahteraan sosial, dan berkontribusi pada tujuan pembangunan berkelanjutan.

Kolaborasi Global Menuju Masa Depan Berkelanjutan

Konferensi ini menjadi ajang strategis bagi para akademisi, peneliti, dan praktisi untuk memperluas jaringan keilmuan dan memperkuat kolaborasi lintas batas negara. Melalui pertukaran gagasan dan riset inovatif, kegiatan ini menegaskan bahwa transformasi ekonomi hijau dan digital membutuhkan sinergi antara teknologi, etika, dan spiritualitas.

Sebagai penutup, kegiatan ini mencerminkan komitmen FEBI UIN STS Jambi untuk terus menghadirkan ruang akademik yang dinamis, inklusif, dan berdampak global. Dengan semangat kolaborasi internasional, konferensi ini tidak hanya memperkaya khazanah keilmuan, tetapi juga memperkuat posisi UIN STS Jambi sebagai salah satu pusat pengembangan ekonomi Islam berwawasan global di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bantuan terkait lift:
0821-7697-5982

Humas UIN STS Jambi:
0811-7467-899