
Jambi, 11 Oktober 2025 — Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) Al-Fath Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi kembali menunjukkan kiprahnya dalam penguatan literasi ekonomi syariah di lingkungan kampus. Melalui kegiatan bertajuk “Diklat Ekonomi Islam 2025”, KSEI Al-Fath menghadirkan ruang pembelajaran, pembinaan, dan pengkaderan bagi mahasiswa untuk memperdalam pemahaman tentang nilai-nilai dan prinsip dasar ekonomi Islam.
Kegiatan yang digelar di lingkungan FEBI ini berlangsung dengan khidmat dan penuh antusiasme. Pembukaan secara resmi dilakukan oleh Wakil Dekan III FEBI UIN STS Jambi, Dr. Kemas Imron Rosadi, M.Pd, yang dalam sambutannya memberikan apresiasi atas komitmen KSEI Al-Fath dalam menghidupkan semangat kajian dan gerakan ekonomi Islam di kalangan mahasiswa.

“Kegiatan seperti ini merupakan langkah nyata dalam membangun generasi muda yang tidak hanya memahami nilai dan prinsip ekonomi Islam, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan akademik, sosial, dan profesional. Ekonomi Islam harus menjadi panduan dalam mewujudkan sistem ekonomi yang berkeadilan,” ujar beliau dalam sambutannya.
Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi pemaparan materi yang diisi oleh Ibu Agustin Mutia, S.E., M.E.I, dengan tema “Mengenal Ekonomi Islam”. Dalam penyampaiannya, beliau menjelaskan secara komprehensif tentang konsep dasar ekonomi Islam, mulai dari landasan nilai spiritual dan moral hingga penerapan prinsip keadilan dan keseimbangan dalam aktivitas ekonomi.
“Ekonomi Islam bukan sekadar sistem tanpa riba, tetapi merupakan sistem yang menekankan keadilan, keberlanjutan, dan kemaslahatan bersama. Prinsip inilah yang menjadi pembeda utama antara ekonomi Islam dan ekonomi konvensional,” jelasnya di hadapan para peserta.
Sesi berikutnya dilanjutkan oleh M. Siddiqi, S.E., yang membawakan materi “Arah Gerak KSEI dan FoSSEI”. Ia menekankan pentingnya peran strategis KSEI sebagai wadah pembentukan karakter, intelektualitas, dan kepemimpinan mahasiswa yang memiliki visi perjuangan dalam mengembangkan ekonomi Islam.
“KSEI tidak hanya menjadi tempat belajar teori, tetapi juga menjadi ruang perjuangan untuk mewujudkan ekonomi Islam sebagai sistem yang hidup di masyarakat. Mahasiswa harus menjadi agen perubahan yang membawa nilai-nilai Islam ke berbagai sektor kehidupan,” ungkapnya penuh semangat.
Melalui Diklat Ekonomi Islam 2025 ini, para peserta diharapkan tidak hanya memperoleh pemahaman konseptual mengenai ekonomi Islam, tetapi juga menumbuhkan kesadaran untuk berkontribusi aktif dalam mengembangkan gerakan ekonomi syariah di kampus dan masyarakat.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata komitmen KSEI Al-Fath dalam melahirkan kader-kader muda ekonomi Islam yang berintegritas, berwawasan luas, serta memiliki semangat juang tinggi untuk membumikan nilai-nilai syariah dalam tatanan ekonomi modern.
Selain memperkuat basis pengetahuan, kegiatan ini juga berfungsi sebagai ajang silaturahmi dan konsolidasi antar mahasiswa yang memiliki visi dan kepedulian terhadap pengembangan ekonomi Islam. Harapannya, hasil dari kegiatan ini dapat melahirkan generasi penerus yang mampu membawa misi besar KSEI dan FoSSEI menuju Indonesia yang lebih sejahtera, adil, dan berkeadilan melalui sistem ekonomi berbasis nilai-nilai Islam.