
Jambi, — Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin (UIN STS) Jambi, Dr. Rafidah, S.E., M.EI., CCIB. menyampaikan opening speech pada gelaran 1st International Conference on Islamic Economics & Business (ICoIEB) 2025, sebuah forum akademik internasional yang mempertemukan para peneliti, dosen, praktisi, dan mahasiswa dari berbagai negara.
Dalam sambutannya, Dr. Rafidah, S.E., M.EI. menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan atas terlaksananya konferensi berskala internasional pertama yang digagas oleh FEBI UIN STS Jambi. Beliau menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian penting dari agenda internasionalisasi fakultas dalam memperkuat kontribusi akademik di tingkat global.
Tema ICoIEB 2025 Relevan dengan Tantangan Ekonomi Masa Depan
Mengusung tema:
“Green Tech and Digital Entrepreneurship and Islamic Economics: Synergy for Sustainable Economic Development”,
Dr. Rafidah, S.E., M.EI., CCIB. menekankan bahwa isu yang diangkat sangat relevan dengan arah perubahan ekonomi dunia saat ini. Perpaduan antara teknologi hijau, kewirausahaan digital, dan ekonomi Islam dinilai menjadi kunci penting dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Beliau menjelaskan bahwa transformasi digital dan transisi menuju teknologi ramah lingkungan tidak hanya menjadi tantangan global, tetapi juga peluang besar bagi para akademisi dan mahasiswa untuk menghadirkan inovasi berbasis nilai-nilai Islam.
Menurutnya, rangkaian agenda ini menjadi bukti komitmen FEBI UIN STS Jambi dalam membangun jejaring global yang produktif serta memperluas dampak akademik dan sosial.
“Kita ingin FEBI UIN STS Jambi menjadi pusat rujukan kajian ekonomi Islam yang unggul, modern, dan berdaya saing internasional. Melalui konferensi ini, kita membuka ruang kolaborasi yang lebih luas bagi para peneliti dan institusi pendidikan dari berbagai negara,” ujar Dr. Rafidah, S.E., M.EI.. CCIB.
Harapan untuk Masa Depan Ekonomi Islam
Menutup sambutannya, Dr. Rafidah, S.E., M.EI., CCIB. berharap bahwa ICoIEB 2025 menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi global dalam membangun ekonomi Islam yang inovatif, berkelanjutan, dan relevan dengan tantangan zaman.
Beliau juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta, panitia, dan mitra internasional yang telah mendukung terselenggaranya konferensi bersejarah ini.






