

Humas-FEBI UIN Sutha Jambi. Kebutuhan terhadap perubahan dan pengembangan visi, misi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sutha Jambi mengagendakan review Visi dan Misi UPPS menuju arah internasional. Hal ini didorong untuk merespons internasionalisasi pengelolaan perguruan tinggi . Telaah terhadap perubahan visi misi mendorong perubahan Visi Misi Berskala Internasional.
Dalam aspek peninjauan visi misi ini, FEBI UIN Sutha Jambi menghadir empat Profesor dari dua negara yaitu Prof.Dr Anwar Radiamoda, Prof. Jawab Salic, Prof Shahid Manalundong dari Mindanao State University Philippines, dan Prof. Dr. Arifeen Yama dari Chulalongkorn University Thailand Malaya memberikan review sekaligus masukan dalam peninjauan Visi Misi Fakultas dari aspek internasionalisasi.
Pelaksanaan peninjauan visi dan misi berlangsung secara online menggunakan Zoom Meeting tanggal 09 Agustus 2022 yang dihadiri oleh Dekan, Wakil Dekan, Ketua dan Sekretaris Program Studi, Kabag di lingkungan FEBI UIN Sutha Jambi.
Beberapa masukan dari reviewer yaitu Prof. Jawab Salic dalam reviewnya memberi masukan agar – visi dan misinya harus lebih terinternasionalisasi dan ada bergantung pada kebutuhan pasar peserta didik saat ini, lebih baik membuat visi yang bisa memotivasi peserta didik saat ini, lebih baik menggambarkan nilai-nilai interdisipliner yang dibutuhkan pasar bursa saat ini dan dikaitkan dengan isu-isu potensial di lingkup nasional dan internasional, senada dengan itu, Prof. Arifeen Yama juga memberikan masukan agar dalam visi mis juga berfokus pada kolaborasi internasional antar negara, membahas isu-isu terkini terkait “perilaku islami” masyarakat. Prof. Anwar juga memberi masukan agar dalam visi misi sebaiknya berkaitan dengan konsep praktik bisnis Islam yang berkembang saat ini. Prof Shahid memberikan pendapat agar visi misi sebaiknya menyesuaikan dengan kondisi sekitar, sebelum menetapkan target internasional, institusi pendidikan harus peka dengan isu di lingkup nasional. UIN SUTHA Jambi bisa mempelajari visi misi dari beberapa kampus di kawasan Asia Tenggara, karena secara demografis negara-negara di asia tenggara tidak jauh berbeda

