Dikomandoi Dr.Rafidah M.EI FEBI UIN Sutha Jambi kembali mengikuti The 2nd Annual International Summit on Development and Economic Empowerment (AISDEE)

Humas-FEBI UIN Sutha Jambi, Dekan FEBI UIN Sutha Jambi Dr. Rafidah, M.EI, beserta Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaan, Dr. Elyanti Rosmanidar, M.Si, Ketua dan Sekretaris Program Studi Ekonomi Syariah Agustina mutia, SE,. M.EI, Sri Rahma, SE., ME Serta Ketua dan Sekretaris Program Studi Perbankan Syariah, Efni Anita, S.Ei., M.E.Sy dan Rabiyatul Alawiyah, SE., M.E kembali menguikuti mengikuti The 2nd Annual International Summit on Development and Economic Empowerment (AISDEE) yang di adalah oleh Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (AFEBIS) yang diadakan oleh UIN Sunan Ampel Surabaya pada Tanggal 11-14 September 2024.


Assoc. Prof. Dr. Selamah Maamor Dean sebagai presentator dari Islamic Business School Universiti Utara Malaysia kegiatan tersebut menyampaikan materi dengan tema Food Security and Development Disparities: Towards Inclusive and Sustainable Development. Dalam materi disampaikan oleh Assoc. Prof. Dr. Selamah Maamor menjelaskan Ada tiga permasalahan dalam Food Security and Development Disparities: Towards Inclusive and Sustainable Development yang harus mendapat solusi yaitu pertama: Ketahanan pangan – Hal mendasar bagi kesejahteraan manusia, memastikan akses terhadap pangan yang cukup dan bergizi bagi semua, kedua: Tantangan Global – Kemiskinan, Perubahan Iklim & Konflik, memperburuk kerawanan pangan dan Ketiga: Potensi Ekonomi Islam – Dengan prinsip etika dan fokus pada kebaikan sosial, ekonomi Islam memiliki potensi besar untuk mengatasi masalah ketahanan pangan.
Lebih lanjut Assoc. Prof. Dr. Selamat Maamor Dean menjelaskankan bahwa Ketahanan pangan merupakan Akses terhadap pangan yang cukup, aman, dan bergizi bagi setiap orang setiap saat. Yang berdampak pada Malnutrisi, kemiskinan, dan berkurangnya produktivitas berdampak pada individu dan masyarakat, Hal ini berujung pada ketimpangan pendapatan, masalah kesehatan, ketimpangan ekonomi, dan kemiskinan
Ada berapa Tantangan Ketahanan Pangan, 1. Perubahan Iklim Banjir dan kekeringan mempengaruhi produksi pertanian. 2. Kemiskinan dan Ketimpangan Kemiskinan dan kesenjangan meningkat karena terbatasnya akses terhadap lahan, teknologi, dan air, sehingga mempengaruhi produksi dan distribusi pangan.3 . Infrastruktur Infrastruktur yang buruk, seperti transportasi, penyimpanan dan fasilitas pengolahan menyebabkan kerawanan pangan. 4.Limbah Makanan Tahapan rantai pasokan berkontribusi terhadap pemborosan kerawanan pangan
Dalam Kajian EKonomi sangat memperhatikan persoalan Ketahanan Pangan, Salah satu solusi dalam penyelesaian masalah di atas dalam pendekatan Ekonomi Islam dan Ketahanan Pangan adalah 1. Investasi Berbasis Syariah: Hal ini mendorong investasi yang bermanfaat bagi masyarakat, termasuk produksi pangan dan jasa pertanian. 2.Zakat dan Waka: Alat-alat ini adalah bagian dari keuangan sosial Islam, yang mengentaskan kemiskinan dan menjamin ketahanan pangan 3.Konsumsi yang Etis: Meningkatkan konsumsi yang beretika dan mendorong pertanian berkelanjutan dan praktik perdagangan yang adil
Hal ini sesuai dengan konsep Maqasid Syariah: Ketahanan pangan selaras dengan perlindungan jiwa, harta benda, akal, agama, dan garis keturunan. 2 Investasi yang Etis Pertanian adalah salah satu investasi etis yang dipromosikan oleh keuangan Islam. 3. Instrumen Instrumen keuangan Islam:, seperti Salam, Sukuk, Wakala, Takaful, dll., terkait dengan produksi pertanian. 4. . Pertanian Kecil & Peningkatan Kapasitas Peran petani kecil dalam mencapai tujuan keuangan Islam ditingkatkan melalui peningkatan kapasitas dan pembiayaan skala kecil

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bantuan terkait lift:
0821-7697-5982

Humas UIN STS Jambi:
0811-7467-899