AFEBIS Mengusung Penguatan Peran Prodi dalam Meningkatkan Employability Lulusan Perguruan Tinggi
Jakarta – Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (AFEBIS) terus mendorong penguatan peran program studi dalam meningkatkan kualitas dan daya saing lulusan perguruan tinggi. Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan penting dalam rangkaian kegiatan AFEBIS yang menghadirkan Prof. Dr. Amilin, S.E., S.H., M.Si., Ak., CA., QIA., BKP., CRMP, selaku Komisioner Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) sekaligus Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sebagai narasumber.
Kegiatan tersebut mengangkat tema “Penguatan Peran Prodi dalam Meningkatkan Employability Lulusan Perguruan Tinggi”. Tema ini menjadi relevan di tengah tuntutan dunia kerja yang semakin dinamis, di mana lulusan perguruan tinggi tidak hanya dituntut memiliki pengetahuan akademik, tetapi juga kompetensi, keterampilan profesional, kemampuan beradaptasi, serta kesiapan menghadapi kebutuhan dunia kerja.

Dalam pemaparannya, Prof. Dr. Amilin menekankan pentingnya program studi mengambil peran strategis dalam mempersiapkan lulusan agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Program studi tidak cukup hanya berorientasi pada proses pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga perlu memastikan bahwa kompetensi yang diperoleh mahasiswa memiliki keterkaitan dengan kebutuhan profesi dan perkembangan dunia industri.
Employability menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan lulusan perguruan tinggi. Konsep ini berkaitan dengan kemampuan seseorang untuk memperoleh pekerjaan, mempertahankan pekerjaan, mengembangkan karier, serta beradaptasi dengan perubahan dan tuntutan lingkungan kerja.
Oleh karena itu, penguatan employability perlu dibangun sejak mahasiswa berada di lingkungan perguruan tinggi. Program studi memiliki posisi strategis untuk mengintegrasikan aspek akademik dengan pengembangan kompetensi profesional mahasiswa.
Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah melalui penguatan kurikulum agar lebih responsif terhadap kebutuhan dunia kerja. Pembelajaran dapat diarahkan tidak hanya untuk memberikan pemahaman teoritis, tetapi juga memberikan pengalaman praktis, penyelesaian masalah, pengembangan keterampilan komunikasi, kerja sama tim, kepemimpinan, serta kemampuan menggunakan teknologi yang relevan dengan bidang keilmuan.
Selain itu, sertifikasi kompetensi juga menjadi salah satu aspek yang penting dalam meningkatkan kesiapan lulusan. Mahasiswa diharapkan tidak hanya memperoleh ijazah sebagai bukti telah menyelesaikan pendidikan, tetapi juga memiliki kompetensi yang dapat dibuktikan dan diakui sesuai dengan kebutuhan profesi.
Dalam konteks tersebut, keterlibatan lembaga sertifikasi dan dunia profesi menjadi penting untuk membangun keterhubungan antara perguruan tinggi dengan kebutuhan pasar kerja. Kolaborasi tersebut dapat dilakukan melalui pengembangan sertifikasi kompetensi, magang, praktisi mengajar, penyusunan kurikulum bersama, maupun berbagai bentuk kerja sama lainnya.
Program Studi sebagai Penghubung Perguruan Tinggi dan Dunia Kerja
Penguatan employability juga menempatkan program studi sebagai salah satu aktor penting dalam membangun hubungan antara perguruan tinggi dan dunia kerja. Program studi perlu memahami perkembangan profesi dan kebutuhan kompetensi yang terus berubah sehingga lulusan yang dihasilkan memiliki relevansi dengan kebutuhan pengguna lulusan.
Dalam konteks FEBI di lingkungan PTKIN, penguatan tersebut menjadi semakin penting seiring dengan berkembangnya sektor ekonomi dan keuangan syariah, industri halal, perbankan, kewirausahaan, pariwisata, serta berbagai bidang profesional lainnya.
Program studi dapat memperkuat hubungan dengan dunia usaha, dunia industri, asosiasi profesi, lembaga pemerintah, dan berbagai mitra strategis lainnya. Dengan demikian, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengenal dunia profesional secara lebih dekat sekaligus mengembangkan pengalaman yang mendukung kesiapan memasuki dunia kerja.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya AFEBIS dalam mendorong program studi di lingkungan PTKIN untuk terus melakukan inovasi dan meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan.
AFEBIS Dorong Kolaborasi Antarprogram Studi
Melalui forum tersebut, AFEBIS mendorong agar penguatan employability menjadi perhatian bersama seluruh program studi. Kolaborasi antar-FEBI di lingkungan PTKIN dapat dilakukan dalam berbagai bidang, mulai dari pengembangan kurikulum, peningkatan kompetensi mahasiswa, sertifikasi profesi, penelitian, hingga pengembangan jejaring dengan dunia kerja.

Dr. Rafidah, S.E., M.E.I., CCIB, menyampaikan bahwa perguruan tinggi saat ini tidak cukup hanya menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan akademik, tetapi juga harus mampu melahirkan lulusan yang kompeten, terpercaya, adaptif, dan siap menghadapi dunia kerja.
Indonesia tidak cukup memiliki lulusan yang pintar saja. Indonesia membutuhkan lulusan yang kompeten, terpercaya, adaptif, dan siap bergerak. Karena itu, program studi perguruan tinggi harus mampu mengarahkan proses pendidikan dari kurikulum menuju competency, dari competency menuju employability, dan dari employability menuju daya saing global, ujar Dr. Rafidah.
Menurut Dr. Rafidah, program studi tidak semestinya dipandang hanya sebagai unit administratif akademik yang bertugas menghasilkan lulusan. Lebih dari itu, program studi memiliki posisi strategis sebagai Strategic Competency Engine, yakni penggerak yang mengubah kurikulum menjadi kompetensi, kompetensi menjadi employability, dan employability menjadi daya saing global.
Program studi bukan sekadar unit administratif akademik yang mengajar dan menghasilkan jumlah lulusan. Prodi adalah Strategic Competency Engine, jembatan yang mengubah kurikulum menjadi kompetensi, kompetensi menjadi employability, dan employability menjadi daya saing global, jelasnya.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan sebuah program studi tidak cukup hanya diukur dari jumlah mahasiswa yang lulus tepat waktu. Lebih jauh, perlu dilihat sejauh mana lulusan memiliki kompetensi yang relevan, diakui oleh dunia usaha dan dunia industri, terserap dalam dunia kerja, mampu mengembangkan karier, serta memiliki kemampuan untuk bersaing secara global.
Pertanyaan strategisnya bukan hanya berapa mahasiswa yang lulus tepat waktu, melainkan berapa persen lulusan kita yang kompetensinya relevan, diakui dunia usaha dan dunia industri, terserap dunia kerja, berkembang kariernya, dan mampu bersaing secara global, lanjut Dr. Rafidah.
Menurutnya, perspektif tersebut perlu menjadi perhatian program studi dalam melakukan pengembangan kurikulum dan pembelajaran. Kurikulum harus memiliki keterkaitan yang kuat dengan kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja, sehingga proses pendidikan tidak berhenti pada pencapaian akademik, tetapi berlanjut pada kesiapan lulusan untuk memasuki dan berkembang di dunia profesional.
Penguatan employability lulusan pada akhirnya menjadi bagian dari upaya perguruan tinggi dalam membangun sumber daya manusia yang mampu berkontribusi terhadap pembangunan nasional dan mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.
Melalui forum AFEBIS tersebut, penguatan peran program studi diharapkan dapat menjadi perhatian bersama bagi perguruan tinggi, khususnya FEBI di lingkungan PTKIN. Transformasi dari kurikulum menuju kompetensi, dari kompetensi menuju employability, dan dari employability menuju daya saing global menjadi salah satu arah penting dalam mempersiapkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan global.

Bagikan: